Friday, August 26, 2011

Vingt-Deux Feu Qui Dansent~ Dua Puluh Dua Api yang Menari




Mengapa tidak kau kabarkan kepergianmu?  Hanya burung gereja yang gagal menyembunyikan : Ia tak lagi bernyanyi di tempatnya. Menemanimu di atas pusara dengan kupu-kupu mengitarinya.

Esok sepagi yang orang tak bisa. Jauh sebelum matahari berpikir untuk membuka mata, aku akan mencari pusaramu untuk menyampaikan tawa  yang terlambat, yang seharusnya kau dengar sebelum kita mencemburui yang tak perlu. Aku berjanji untuk tidak menangisimu. Pundak semesta tak akan mampu menampung derasnya.

No comments: