Sunday, November 28, 2010

Senyumku untuk Olga!

Hari ini hari Kamis, tanggal 25 November 2010.
Pukul 10.01 Waktu Italia.

Kalau dihitung, udah sejak 1 Oktober saya ada di Italia. 
Beberapa bulan yang lalu, Lembaga Bahasa Italia a.k.a Istituto Italiano di Cultura menetapkan saya sebagai salah satu peraih beasiswa (ehem, Alhamdulillah sekali, I thank God so much for this). :D
Entah ada berapa banyak hal yang saya lewatkan untuk ditulis dalam blog ini untuk berbagi rasa dengan kalian. (Cie, kalian...padahal saat ini belum ada yang tau alamat blog saya, hehe).
Semuanya menunggu di kepala untuk dialirkan melalui jari-jari saya ini dan memilih hurufnya sendiri, untuk kemudian bercerita.


Hmmm, hari ini bulan kedua kuliah bahasa Italia berjalan. Dan hari ini juga salah seorang temen saya dari Kazakhstan : Aigerim Maldasheva harus mengakhiri program bahasanya (menurut saya  sih tanggung banget) karena dia hanya dapat beasiswa untuk 2 bulan. Sementara program kuliah kita trimensile (3 bulanan).

Okelah, lewatlah...
intinya kami sekelas, para ragazze (the girls) sudah buat rencana dari jauh-jauh hari untuk membuat acara perpisahannya dengan makan malam bareng di apartemen Alexandra. Apartemennya dipilih karena dia yang menawarkan, dan memang paling besar dari apartemen kita. Yah, kira-kira setengahnya lapangan bola lah begitu.

(Mehehe, lebay abis :P). Hehe oke lanjut.
Nah tapi...sayangnya..justru Aigerim yang gak bisa ikut makan malam ini karena dia lupa kalau hari ini masih ada barang yang belum di-packing. Hayo lho Gher! hehe. Dan ngomong-ngomong soal Aigerim, FYI she's sweet, charming, and gorgeous. Dan semua temen saya setuju akan hal itu. :)

But she's married!. Brava! (di Kazakhstan umur 19 tahun sudah banyak yang menikah ternyata).
Okelah jadinya kita hanya ber-empat. Grup ini terdiri dari  :
1. Alexandra Gorbacheva , a very very very smart and beautiful Russian girl who already got her doctoral title at her age of 29.

2. Azzahra Mustafafi , simple girl and kangen-able which is itu saya sendiri . Gampang mengantuk dan kedinginan *veramente grandma. Gahah :p. But anyway I am not as beautiful as Aigerim. 


3. Keyne Stephanie Leona Marbun ,my roommate! teteh batak yang berapi-api kalau cerita. But, hey ! she speaks french awesomely good. (Ngomongnya sambil nyesek ingat masa kejayaan saya dulu. Hiks! Ckckck meluntur semua ra. Ngapain aja sih gw -,-).
Lanjut, dia suka minum kopi dan pakai behel. Baru-baru ini dia baru saja membuat poni di dahinya agar bisa cepat menikah. Oke ini tidak nyambung ^^V. Dia baik, sering nyelimutin aku kalau belajar ketiduran (Jangan GR key yehehe)

4. Kim Su Hyang, a Korean stylish girl who loves to use high heels even in the Perugian up heels road. Dia bahkan rela lho tumitnya sakit merah-merah karena si sepatu agungnya, demi tidak terlihat pendek. Oups, tapi yang kalian harus tahu, semboyan "Don't judge the book by it's cover" berlaku untuk case ini. Karena walaupun begitu dia tidak sombong. A humble one maybe. PS: Jika di foto ini saya terlihat gemuk, jangan percaya karena ini hanya efek dingin. -,-


Selama 4 jam kita makan malam (Fare la cena). Alexandra masak Fettucini Formaggio dan Ruccola yang rasanya oke juga lah untuk makanan yang dibuat dalam waktu setengah jam saja. :)

Sebenarnya ada foto yang makanannya lebih banyak dari ini, tapi karena saat saya post blog ini sedang puasa, maka saya memilih foto yang belum terlalu menggoda. Hehehe
-------
Oke, makan malam dimulai! Buon appetito! Selamat makan!
Percakapan bergulir. Dari cerita keluarga Alexandra yang ternyata dari keluarga penting di Rusia , cerita budaya masing-masing negara,  sampai kepada satu cerita yang membuat saya merinding.

Merinding bukan karena tiba-tiba Sandra bilang ada hantu di bawah kolong meja makan kita. Tapi karena ada satu kenyataan tentang salah satu teman kelas kita yang selama ini kebanyakan dari kita menganggapnya aneh.

Okelah sebut saja dia Mawar.
Eh, jangan deh..
Orang Belarusia sepertinya agak tidak cocok diberi nama Mawar.
Yasudah nama aslinya saja. (Gubrak)
Namanya Olga.
Woooot. She's a new student in our class. Pindahan dari level A2 (kita B1 lebih tinggi 1 tingkat). Oke sampai sini belum masalah.
Yang bermasalah adalah dia suka sekali bicara. Bahkan bukan suka lagi, tapi sepertinya passion dia memang di sana. Dia sering ditegur di kelas karena itu. She acts like a real little kid
Bahkan sumpah demi Cinta Laura, dia pernah tidak ada hujan, becek, dan ojek, menangis ke Andrea sambil cerita masalahnya. Andrea bilang dia agak janggal karena cerita sambil marah-marah. Lalu pernah noyor kepalanya Su Hyang saat baru beberapa hari masuk kelas. Atau yang lebih aneh, dia pernah tertawa senang sekali saat secara tidak sengaja menimpa wajah seorang teman kelas dengan papan meja belajar yang bisa ditarik atas-bawah (FYI bagian bawah meja itu besi) sehingga menyebabkan muka si cowok ini merah. Wiw...

Tapi karena saya memegang prinsip Tak Kenal Maka Tak Sayang, atau Don't Judge The Book By Its Cover, jadi saya mencoba menahan pemikiran buruk tentang dia. (Well sedikit terpengaruh tapi saya yakin ada yang bisa dijelaskan dari situ)
Dan ini dia kenyataannya :
Ada yang ingat kejadian ledakan nuklir Chernobyl?
Ledakan yang terjadi sekitar tahun 1986 di Ukraina (dulu masih bagian Uni Soviet) dekat Belarussia (Biellorussia) dan menewaskan sekitar 9000 orang?


Pada kenyataannya, salah satu dari 9000 orang itu adalah orang tuanya. Maka jadilah dia seperti sekarang. Sejak kecil mengikuti sekolah gratis yang diadakan pemerintah untuk anak yatim piatu. Diajak oleh orang tua asuh saat musim panas untuk sekedar bermain dan mengganti memorinya menjadi sedikit lebih indah, hingga sekarang diangkat anak oleh sebuah keluarga Italia.

Jadi pernahkah kalian merasa benci pada sikap seseorang padahal belum pernah sekalipun mengetahui alasan dia melakukan itu? pernahkah kita coba menyadari lagi bahwa setiap manusia memiliki hati, yang mungkin salah satunya memiliki luka yang lebih dalam dari yang kita alami?
Atau pernah begitu yakinkah kita bahwa kejadian yang buruk tidak akan pernah terjadi pada kita juga? (huu, ya Allah Astaghfirullah, Subhanallah, Walhamdulillah, Walaailaahaillallah, Wallahuakbar. Hehehe apa sih)

Tuhan tidak pernah menjanjikan bahwa langit selalu biru kan. God never promises us that sky is always blue. (please deh gak usah ditranslate  orang juga tahu inggrisnya apa ra -,-)
Maka bersyukur dan selalu khusnudzan sepertinya tetap menjadi sikap terbaik yang seharusnya dilakukan. Rasulullah SAW juga begitu kan ? hehe.


Senyumku untuk Olga :")

3 comments:

Meutia said...

Awesome. love your blog! one step forward. :)

arcoetrusco said...

:) thank youuu katiaaa!

keynemarbun said...

Dear Azzahra,
first of all I want to say that I miss so much those moments !! :') Untung kamu ga nulis panjang banget tentang hari-hari di sana, kalo enggak aku bisa nangis bombay di jam 07:30 pagi WIB !!
Aku ga sengaja nemuin blog kamu ini waktu ngetik namaku di google.it
Come ti dicevo spesso quando eravamo a PG.. Ne lasciare mai di scrivere perche vedo che c'hai il cuore di scrittrice.. Sono contenta di averti come la mia coinquilina. Grazie per tutto tesorino !!
un grandissimo bacio